Tampilkan postingan dengan label patria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label patria. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Desember 2015

Sunduk Pak Be, Sektor Informal, dan Mewarga



Jika Puan dan Tuan tengah menikmati gurihnya setusuk rasa bakso ojek di Klaten atau tempura di Semarang, boleh jadi tusuk bambunya bikinan Pak Be. Atau, jika Puan atau Tuan sedang memegang es krim di Salatiga, barangkali pegangan bambunya buatan Mas Giyanto.

Pak Be, Mas Giyanto, atau Mas Gi --begitu saya biasa menyapanya-- adalah warga Dukuh Daleman, Desa Palar, Trucuk, Klaten. Mas Gi lahir di Mandong, Trucuk, Klaten, anak kedua dari lima saudara, berbilang tahun blusukan di Papua, sekarang tinggal di Daleman bersama isteri dan dua anaknya. Dari Mas Gi, saya bukan hanya belajar bagaimana berjual-beli kambing, melainkan juga, dan ini yang terutama, mewarga.