Tampilkan postingan dengan label Sriyadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sriyadi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

Halal Bihalal KBM Ronggowarsito


Halal Bihal anggota KBM Ronggowarsito (foto: Sriyadi)
Pada Minggu, 31 Juli 2016, bertempat di ruang perpustakaan Bangsal Ronggowarsito Desa Palar, Trucuk, Klaten, KBM Ronggowarsito mengadakan halal bihalal yang dihadiri pengurus KBM dan pengurus harian Bank Sampah Dadi Langgeng dari masing-masing unit. Dalam acara tersebut, hadir Didit Agung Prihantoro, Ketua BPD Desa Palar, juga pendamping Imam Samroni, Rachmat Darwoko, dan Aziz Wahyudi.

Dalam sambutannya, Sriyadi, Ketua KBM Ronggowarsito mengatakan bahwa acara halal bihalal terlaksana berkat semangat dan kebersamaan para pengurus. Sehingga, dengan semangat bulan Sawal, diharapkan semakin memupuk rasa persatuan dan persaudaraan di antara pengurus. Sriyadi menekankan pentingnya koordinasi kepengurusan agar KBM Ronggowarsito dan Bank Sampah Dadi Langgeng lebih optimal mendampingi warga Palar.

Sabtu, 21 November 2015

Teknik Pemberian informasi ALP dan BPTA bagi Kader KBM Ronggowarsito

K. Indrawanto, PT Pandu Sata Utama


Bertempat di Balai Desa Palar, Trucuk, Klaten, pada Sabtu Wage, 21 November 2015, Pukul 09:30-12:30, diselenggarakan Workshop ”Teknik Pemberian informasi ALP dan BPTA bagi Kader Kelompok Belajar Masyarakat”. Workshop diselenggarakan STAPA Center bekerjasama dengan PT Pandu Sata Utama. Bertindak sebagai narasumber dan fasilitator adalah K. Indrawanto dengan dibantu oleh Pardamaian Tumanggor (PT Pandu Sata Utama), sedangkan pengacara oleh Sri Kusrini (KBM Ronggowarsito). 

Dalam sambutannya, Sriyadi, Ketua KBM Ronggowarsito, menyatakan bahwa workshop diikuti oleh pengurus KBM Ronggowarsito dan pengurus harian dari lima unit layanan Bank Sampah Dadi Langgeng Desa Palar. Selanjutnya, Rachmat Darwoko, mewakili STAPA Center Wilayah Klaten, menegaskan bahwa setelah mengikuti workshop, peserta diharapkan mampu mengetahui dan memahami pekerja anak dan risikonya serta menyikapi risiko pekerja anak di lahan pertanian khususnya tembakau.

Minggu, 01 November 2015

Mengurangi Keterlibatan Anak Bekerja di Sektor Pertanian

Berita / Indonesia
Jumat, 30 Oktober 2015 Waktu: 09:20
http://www.voaindonesia.com/content/mengurangi-keterlibatan-anak-bekerja-di-sektor-pertanian/3027903.html
Nurhadi Sucahyo
Versi terbaru per: 29.10.2015 21:24
KLATEN, JAWA TENGAH

Karena faktor tradisi, banyak anak di Indonesia yang secara tidak sadar ikut bekerja bersama orang tuanya. Kini sedang dikampanyekan kesadaran untuk mengurangi keterlibatan anak dalam pekerjaan orang tuanya, terutama di sektor pertanian.

Sriyadi, seorang petani tembakau di Klaten, Jawa Tengah, mengaku telah terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan di sektor pertanian sejak kanak-kanak. Membantu orang tua di sawah, menjemur padi hingga mengolah daun tembakau hampir setiap hari dia lakukan.